Rabu, 01 Mei 2013

Surat Peringatan Dari Pengurus Pusat Madiun














Rabu, 18 Juli 2012

AGENDA DONOR DARAH PSHT SMAN 3 PATI


Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai salah satu organisasi Pencak Silat yang cukup terkenal di kabupaten Pati membuat sebuah acara yang bertujuan sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat dan dalam hal ini PSHT Rayon SMAN 3 Pati Ranting Pati Kota mengagendakan kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan secara rutin di SMAN 3 Pati.


Pada tanggal 14 Desember 2011 yang lalu PSHT Rayon SMAN 3 Pati telah sukses menyelenggarakan kegiatan Donor Darah sebagai bukti dari pengabdian kepada masyarakat dan merupakan salah satu cara dalam mengokohkan persatuan dan kesatuan dari para anggota PSHT Rayon SMAN 3 Pati pada khususnya dan PSHT Cabang Pati pada umumnya.



Acara yang diadakan ini diikuti oleh 31 peserta donor darah yang dalam kondisi sehat dan siap serta lolos uji kesehatan sebagai pendonor. Acara yangb berlangsung pada sore hari pukul 15.00-17.00 WIB ini berlangsung dengan tertib dan bernuansa kekeluargaan. Ketika acara donor darah ini berlangsung, kegiatan latihan rutin untuk para siswa dan warga masih tetap berlangsung sehingga mampu mengoptimalkan waktu dan tempat latihan sebagai sara latihan dan menimba ilmu tapi juga sebagai sarana bhakti sosial.

Acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan dari pihak SMAN 3 Pati, PSHT Ranting Pati Kota dan UTD PMI Kabupaten Pati. Diharapkan acara seperti ini dapat berlangsung secara rutin dan berkelanjutan sebagai bukti dari kebesaran hati para anggota yang dengan ikhlas membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Setetes Darah Anda Dapat Menolong Jiwa Sesama Manusia" adalah tema dari kegiatan ini yang sangat sesuai dengan sifat anggota PSHT yang welas asih dan ikhlas menolong sesama manusia tanpa pamrih serta berjiwa ksatria, berbudi bekerti yang luhur, tahu benar dan salah.

Acara yang ini ditutup dengan pelepasan puluhan balon yang dilakukan di lapangan depan SMAN 3 Pati dan dilakukan bersama-sama dengan seluruh anggota dan peserta donor darah.

Selasa, 19 Juni 2012

Pendekar PSHT Bentrok...

Pendekar merupakan sebutan bagi mereka yang mempunyai keahlian beladiri, baik keahlian fisik maupun keahlian nonfisik. Seorang pendekar terkadang ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang bijaksan dan ada yang tidak, ada yang ramah dan ada yang tidak, ada yang pemarah dan ada yang penyabar. Emosi seorang pendekar biasanya mudah untuk dikontrol, diatur dan dikendali. Tetapi sekelompok pendekar di Mesuji bentrok dengan warga sipil yang tidak mempunyai keahlian apa - apa. seorang pendekar hendaknya melindungi dan menyayangi sesama manusia. Berikut berita yang Kami peroleh dari seputar-indonesia.com

Ribuan Pendekar Serang Warga-Bentrok Anggota PSHT dengan Warga Mesuji Berlanjut
Tuesday, 19 June 2012
Image

Ribuan anggota PSHT menggunakan sepeda motor dan membawa pedang, tombak, bambu runcing kembali ke padepokan mereka di Blok C, Desa Surya Adi, Mesuji, Kabupaten OKI, kemarin.


KAYUAGUNG– Ribuan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kemarin menyerang Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI.
Penyerangan dilakukan para pendekar dari Blok C, Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, Kab OKI dan kelompok PSHT dari Mesuji Lampung, sebagai bentuk balas dendam mereka pasca diserang warga Desa Pematang Panggang,Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI yang menewaskan satu anggota PSHT,pada Minggu (17/6).

Pantauan SINDO di lokasi kejadian, sekitar pukul 01.00 WIB, ribuan anggota PSHT yang beramai-ramai mengendarai sepeda motor dengan berbekal pedang, bambu runcing, celurit, dan senjata api jenis kecepek,mendatangi Desa Pematang Panggang,Kecamatan Mesuji,OKI.Namun demikian warga dari kaum lakilaki tidak gentar dan siap menyambut serangan kelompok PSHT, juga dengan berbekal senjata tajam.

Beruntung bentrokan dapat dihindari karena pagar betis yang dilakukan aparat gabungan Polres dan Kodim OKI sebanyak 700 personel dalam kondisi siap siaga di sekitar lokasi kejadian. Alhasil, sekitar pukul 14.00 WIB, pimpinan kelompok PSHT bersedia melakukan perundingan dengan tokoh warga setempat yang dimediasi Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh dan Dandim 0204 Letkol Inf Manggaraja Simanjuntak.

Hasil dari perundingan kedua kelompok yang bertikai sepakat meredam bentrokan.Tak lama kemudian, ribuan massa PSHT pulang membubarkan diri. Namun, di tengah perjalanan massa PSHT dalam sempat melakukan sweeping kendaraan yang melintas untuk mencari warga. Bahkan, mobil yang ditumpangi wartawan SINDO dan beberapa wartawan Sumsel lainnya, sempat diberhentikan dan penumpangnya diintrogasi.

”Kamu orang asli sini atau bukan,” tanya salah seorang anggota PSHT. Rombongan wartawan pun mengaku hendak menuju Lampung sehingga akhirnya mobil diperkenankan melintas. Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh mengatakan kedua belah pihaknya telah melakukan kesepakatan damai, dan diharapkan tidak ada lagi gejolak apalagi dendam antara satu sama lainnya. ”Mereka sepakat untuk bersama-sama meredam emosi.

Saat ini,yang meninggal ada satu orang dan 7 lainnya lukaluka. Saya bersama Dandim sudah melakukan penjagaan di TKP dan Desa Pematang Panggang sejak tadi malam, (Minggu (17/6).Selain itu,kami juga sudah siagakan 700 personel gabungan dari Kodim dan Polres,” ujarnya didampingi Dandim 0204 Letkol Inf Manggaraja Simanjuntak di lokasi kejadian, kemarin.

Dia melanjutkanpihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati OKI Ishak Mekki untuk memfasilitasi kedua belah pihak, agar segera mengakhiri bentrokan. ”Kita akan koordinasi dengan pemda untuk mempertemukan kedua belah pihak agar berdamai,”pungkasnya. Sementara Ketua Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten OKI Muslim mengaku, sudah mengintruksikan PSHT tidak melakukan serangan balasan.

”Sebelumnya sudah kita ingatkan jangan melakukan serangan.Kita juga sudah perintahkan pada pimpinan PSHT menarik anggotanya mundurdarilokasibentrok. Kami juga sudah menghubungi Bupati OKI Ishak Mekki sekaligus Ketua IPSI Sumsel. Beliau menyayangkan kejadian ini,”ungkapnya.

Terpisah, untuk meredam meluasnya bentrok,Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKI Ruslan Bahri langsung berkunjung ke lokasi kejadian. ”Kita minta keduanya menahan diri dan segera berdamai, karena tidak ada gunanya saling serang.Pemda akan menanggung biaya pengobatan korban yang luka-luka, sementara keluarga korban yang meninggal akan kita beri bantuan,” katanya.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Hingga kemarin, polisi belum menetapkan tersangka bentrok berdarah antara kelompok perguruan silat Setia Hati (PSHT) dengan warga Desa Pematang Panggang,Mesuji, Kabupaten OKI, di Pasar Gajah, Blok D, Desa Surya Adi, Mesuji mengakibatkan satu pesilat dari PSH tewas. “Sampai sekarang Polres OKI melalui Satreskrim sangat berhati-hati menentukan tersangka kasus ini.Karena,jika tidakakanmenimbulkankeributan kembali.

Hingga saat ini (kemarin) kondisi tempat kejadian perkara (TKP) mulai kondusif. Namun petugas dari Polres OKI masih berjaga-jaga baik di TKP maupun PSH sebagai langkah prefentif agar keributan tidak meluas,” ungkap Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova di Mapolda Sumsel,kemarin. Perwira melati dua ini menambahkan berdasarkan laporan dari Kapolres OKI, korban tewas hanya satu orang,bukan dua orang sebagaimana diberitakan media cetak maupun elektronik.

”Korban yang tewas dari PSHT, sedangkan yang lukaluka 7 orang. Saat ini Kapolres OKI beserta jajarannya sedang melakukan upaya pertemuan dengan kedua belah pihak yang bentrok guna mencari solusi agar kasusnya tidak meluas,” tuturnya. Mengenai bantuan aparat dari Polda Sumsel untuk pengamanan di lokasi kejadian, kata dia, pengamanan di lapangan saat ini masih ditangani Polres OKI. ”Polda Sumsel hanya sebatas back-up.

Kalau memang dibutuhkan baru akan kita kirim.Yang jelas koordinasi masih terus dilakukan dengan Polres OKI terkait perkembangan kondisi keamanan di TKP termasuk kasusnya,” katanya. Djarod pun mengimbau warga OKI tidak terprovokasi oleh oknum tak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh suasana. ”Jangan mudah terpancing isu yang tidak benar. Silahkan tanyakan informasi sekecil apapun dengan aparat polisi atau polres setempat. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan silahkan melapor ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya. m rohali/ ade satia pratama


Dari berita diatas, Apa tanggapan dari saudara - saudara warga??? 
(Beri tanggapan melalui komentar)

Rabu, 23 Mei 2012

Alamat Email Khusus...

Banyak penyedia layanan jasa email atau surat elektronik baik yang berbayar maupun diberikan secara gratis kepada setiap orang. Salah satu penyedia layanan email gratis yang sering digunakan oleh orang adalah yang berasal dari yahoo.com atau yahoo.co.id.

Dalam artikel ini Kami tidak membahas dan memberikan informasi mengenai penyedia layanan email tersebut sehingga kadhang - kadhang warga atau saudara se-SH dapat mencari informasi nya di luar. Disini Kami akan memberikan informasi tentang layanan email yang khusus untuk kadhang - kadhang warga. Informasi tentang layanan email khusus ini Kami dapatkan dari Kangmas Hendra W Saputro (1993) yang sekaligus admin dari shterate.com.

Kadhang - kadhang warga jika berminat memiliki email khusus seperti contoh "anda@shterate.com" (kata "anda" sebelum "@shterate.com" merupakan nama email yang diinginkan) dapat dengan mudah di dapatkan dengan syarat mengirimkan:

1. Scan Kartu Warga Anda (format JPG/GIF)
2. Nama email yang dikehendaki, misal: smagapati@shterate.com

Kirimkan syarat tersebut ke email warga@shterate.com (Akan dibuatkan dan dikirimkan password sementara)

Bagi kadhang - kadhang warga telah memiliki email di @shterate.com maka email dapat di akses di http://suratku.shterate.com

Selamat menikmati alamat email khusus ini

Minggu, 20 Mei 2012

OLAH RASA

Keluarga adalah bagian terkecil dari struktur organisasi di masyarakat. Keluarga merupakan stage awal kehidupan individu manusia berasal. Oleh karena itu, seseorang dikatakan berhasil dalam hidupnya karena juga didukung oleh keluarga yang berhasil mengantarkan dirinya menjadi berhasil, begitu juga seseorang yang dikatakan gagal dalam hidupnya karena didukung oleh kegagalan dalam keluarganya.
Sebelum kita mendidik siswa kita, didiklah dahulu keluarga kita untuk mengetahui tentang “Apa sebenarnya Setia Hati”. Dengan demikian kita akan mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin kita lakukan ketika kita mendidik siswa tersebut. Selain itu kita memiliki pijakan untuk lebih mantap dan yakin akan apa yang telah kita berikan kepada siswa. Disamping itu, Keluarga merupakan cerminan dari kepribadian kita terhadap keluasan pengetahuan atau ilmu yang kita miliki untuk mengembangkan “Ilmu Setia Hati”..
1.Keluarga adalah cikal bakal semua Individu berasal.
Semua manusia terlahir pastilah memiliki keluarga. Secara sederhana keluarga terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak. Kumpulan  keluarga membentuk sebuah kelompok yang dinamakan masyarakat. Perkembangan dari keluarga, masyarakat, berkembang lagi menjadi bangsa dan negara. Dalam skala besar berkembang menjadi bangsa-bangsa atau negara-negara Dunia.
2. Keluarga adalah cerminan kehidupan manusia.
Semakin tinggi kemampuan seseorang menguasai suatu pengetahuan atau ilmu, semakin baik pula dirinya mengatur kehidupan rumah tangganya. Sedangkan seseorang yang mengaku memiliki ilmu setinggi gunung tetapi jika kehidupan rumah tangganya berantakan berarti belum mampu untuk mempergunakan ilmunya untuk memayu hayuning bawono.
3. Keluarga adalah bukti ketinggian pengetahuan atau ilmu yang dimiliki seseorang.
Seseorang yang memiliki pengetahuan atau ilmu; adalah ibarat tanaman padi yang semakin tua semakin berisi, yang semakin tua semakin merunduk, yang semakin tua semakin indah dilihat pandangan mata. Hal ini karena padi tersebut selalu dijaga, dirawat dan diberi pupuk, air dan dilindungi dari segala hal-hal yang bisa mengganggunya. Demikian juga dengan pengetahuan atau ilmu, jika selalu dijaga, diasah dan diamalkan akan menghasilkan suatu kemaslahatan bagi kehidupan manusia tersebut.
Apalah artinya pengetahuan atau ilmu yang tinggi jika kehidupan keluarganya rusak, porak-poranda, penuh dengan keributan, kekerasan dalam rumah tangga, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, kehidupan rumah tangga adalah cerminan ketinggian pengetahuan atau ilmu seseorang. Semakin tinggi pengetahuan atau ilmu seseorang maka semakin tinggi juga kemampuan untuk membentuk, mengatur dan membuat keluarganya lebih harmonis, mawaddah wa rahmah…. Amin..

Sabtu, 19 Mei 2012

Sejarah PSHT

Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri

Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada "persaudaraan" yang kekal dan abadi.
Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini - red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda - karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan "Harta Jaya" semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama "Djojo Gendilo Cipto Mulyo".

Masuk Sarikat Islam.

Memasuki tahun 1922, jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI), untuk bersama-sama mengusir negara penjajah, malah beliau sendiri sempat ditunjuk sebagai pengurus. Sedangkan di waktu senggang, ia tetap mendarmakan ilmunya dan berhasil mendirikan perguruan silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club. Tepatnya di desa Pilangbangau - Kodya Madiun Jawa Timur, kendati tidak berjalan lama karena tercium Belanda dan dibubarkan.

Namun demikian semangat Ki Hadjar bukannya nglokro (melemah), tapi malah semakin berkobar-kobar. Kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah. Tipu muslihatpun dijalankan. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata "Pencak" hingga tinggal "SH Sport Club". Rupanya nasib baik berpihak kepada Ki Hadjar. Muslihat yang dijalankan berhasil, terbukti Belanda membiarkan kegiatannya itu berjalan sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni, Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.

Ditangkap Belanda.

Demikianlah, hingga bertambah hari, bulan dan tahun, murid-murid Ki Hadjar pun kian bertambah. Kesempatan ini digunakan oleh Ki Hadjar guna memperkokoh perlawanannya dalam menentang penjajah Belanda. Sayang, pada tahun 1925 Belanda mencium jejaknya dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara Madiun.

Pupuskah semangat beliau ? Ternyata tidak. Bahkan semakin menggelegak. Dengan diam-diam beliau berusaha membujuk rekan senasib yang ditahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi. Sayangnya sebelum berhasil, lagi-lagi Belanda mencium gelagatnya. Untuk tindakan pengamanan, Ki Hadjar pun dipindah ke penjara Cipinang dan seterusnya dipindah di penjara Padang Panjang Sumatera. Ki Hadjar baru bisa menghirup udara kebebasan setelah lima tahun mendekam di penjara dan kembali lagi ke kampung halamannya, yakni Pilangbangau, Madiun.

Selang beberapa bulan, setelah beliau menghirup udara kebebasan dan kembali ke kampung halaman, kegiatan yang sempat macet, mulai digalakan lagi. Dengan tertatih beliau terus memacu semangat dan mengembangkan sayapnya. Memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya Jepang ke Indonesia SH Pemuda Sport Club diganti nama menjadi "SH Terate". Konon nama ini diambil setelah Ki Hadjar mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya Soeratno Soerengpati. Beliau merupakan salah seorang tokoh Indonesia Muda.

Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH Terate mulai berkembang merambah ke segenap penjuru. Ajaran SH Terate pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dan jaman kesengsaraanpun sudah berganti. Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta dalam tempo singkat telah membawa perubahan besar dalam segala aspek kehidupan. Termasuk juga didalamnya, kebebasan untuk bertindak dan berpendapat. Atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus "Perguruan Pencak Silat" dirubah menjadi organisasi "Persaudaraan Setia Hati Terate". Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.

Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai "Pahlawan Perintis Kemerdekaan" atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.

Profile PSHT

 
Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan militer. Penghadangan, pelemparan, dan perusakkan yang terjadi berulang-ulang sampai akhirnya ia ditangkap PID Belanda dan mendapat hukuman kurungan di penjara Cipinang dan dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelah dibebaskan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club yang kemudian mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.

Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya dibesarkan oleh RM Imam Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang (saudara) Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Tahun 1906 keluar dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916 bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun. Tahun 1917 masuk menjadi saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun hingga menjabat Hoof Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam dan mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo, dan Yogyakarta.
 

Tahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. SH PSC dibubarkan Belanda karena terdapat nama "pencak". Setelah pulang dari masa tahanan mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata "pencak" pada SH PSC menjadi "pemuda". Kata "pemuda" semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan. Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia.

Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati tokoh pergerakan Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati Terate. Pada waktu itu SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi.

Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono,dan lain-lain mengadakan konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa Pilangbango, Madiun. Hasil konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang dulunya bersifat perguruan diubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo dengan wakilnya Darsono. Kemudian secara berturut-turut:

· Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.
· Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
· Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.
· Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
· Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.

Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati "Terate" ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai siswa atau calon saudara.

Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga (saudara SH) juga memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa.

Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang "terbaik dari yang terbaik" yang dipilih melalui musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung pada bulan Syura. Adapun sarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain: Ayam jago, mori, pisang, sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.

Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan jasmani dan rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai saudara tingkat I (erste trap). Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).

Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang berada di nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan Minangkabau.

Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam. Secara administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 - 1999 sebanyak 108.267

Entri Populer